Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Sekretariat: Link. Tegal Duren Blok B No. 38, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten

Qori Febriano (Kader KAMMI FKIP Untirta)

Bulan agustus merupakan bulan bersejarah bagi bangsa Indonesia. Bertepatan pada tanggal 17 agustus 1945, tepat 76 tahun yang lalu bapak proklamator kita sekaligus presiden RI pertama yaitu Ir.Soekarno bersama dengan para pemimpin bangsa lainnya berkumpul dan menyatakan kemerdekaan bangsa Indonesia dengan membacakan naskah proklamasi. Kemerdekaan bangsa Indonesia dipersatukan oleh nurani dan diperjuangkan oleh nalar. Momentum kemerdekaan dan upaya melepaskan diri dari penindasan dan sikap sewenangwenang yang dilakukan oleh bangsa lain mengingatkan kita pada kilas balik sejarah perjuangan pahlawan bangsa yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk kepentingan bangsa Indonesia agar bisa merdeka dan terlepas dari belenggu penjajahan. 


Serangkaian peristiwa pada sebelum proklamasi mengajarkan pada bangsa Indonesia untuk senantiasa selalu bersyukur atas nikmat kemerdekaan yang telah Allah swt berikan sehingga bangsa Indonesia dapat terbebas dari penjajahan bangsa lain. Setelah peristiwa kemerdekaan tersebut, bulan agustus menjadi bulan yang istimewa karena setiap tahunnya bangsa Indonesia merayakan kemerdekaan Indonesia dengan berkumpul dalam berbagai aktivitas dengan penuh kegembiraan seperti perlombaan panjat pinang, balap karung, makan kerupuk, dan masih banyak lagi yang lainnya. 


Namun, dua tahun belakangan ini kemeriahan dalam menyambut momentum kemerdekaan Indonesia tidak bisa kita rasakan dan laksanakan lagi. Hanya deretan bendera merah putih yang berjejer di depan rumah. Kegiatan-kegiatan yang mengundang keramaian tidak lagi diadakan. Mungkin rasanya sedikit ada yang kurang dan berbeda. Bagaimana tidak, kegiatan yang sudah rutin dilakukan selama berpuluh-puluh tahun dalam rangka menyambut momentum kemerdekaan bangsa Indonesia kini mendadak ditiadakan. Jika kita bertanya siapa yang bertanggung jawab atas tidak dilaksanakannya kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan dalam rangka menyambut hari kemerdekaan bangsa Indonesia ini. Kita semua tau jika jawabannya sudah tentu virus corona yang menjadi penyebab dan aktor utamanya. Hadirnya virus corona ini berhasil melumpuhkan seluruh aktivitas, bukan hanya di negara kita tercinta yaitu Indonesia Tapi, hampir di seluruh dunia. Sejak kemunculannya dua tahun lalu sampai akhirnya menjadi pandemi, ia berhasil membuat semua negara kompak untuk memeranginya. 


Merayakan kemerdekaan dengan melakukan aktivitas yang menyebabkan orang berkerumun terlalu beresiko untuk dilakukan. Namun hal tersebut tidak membuat kita untuk tidak merayakan kemerdekaan bangsa Indonesia. Justru dengan keadaan yang terbatas dapat menciptakan kreativitas yang tak terbatas untuk dapat memantik semangat dan juga spirit kemerdekaan bagi masyarakat Indonesia. Momentum kemerdekaan di tengah pandemi ini merupakan sinyal kebangkitan untuk kita sebagai tantangan untuk berjuang dan menunjukkan semangat untuk bangkit, bergerak, dan membuktikan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar. 


Maka atas dasar hal tersebut pada momentum kemerdekaan kali ini kita gaungkan semangat gotong royong yang sangat identik dengan identitas bangsa ini. Implementasi semangat gotong royong dengan berkolaborasi bersama untuk memulihkan Indonesia dengan spirit kemerdekaan untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh. Dengan spirit ini kita jadikan kemerdekaan tahun ini menjadi momen persatuan untuk seluruh masyarakat bergotong royong dan berkolaborasi untuk membantu tenaga kesehatan yang sudah susah payah berjuang melawan pandemi covid 19. 


Pandemi covid yang mengakibatkan lumpuhnya seluruh aktivitas dari berbagai sektor ini perlu ditangani dengan serius dan dalam hal ini bukan hanya tugas tenaga kesehatan ataupun pemerintah. Tapi, semua ini merupakan tugas seluruh elemen masyarakat, semua orang memiliki peran untuk saling membantu dan berkolaborasi untuk dapat memulihkan kondisi Indonesia menjadi lebih baik. Peran tersebut juga harus dilakukan oleh KAMMI sebagai salah satu organisasi kepemudaan. KAMMI harus berani mengambil langkah konkrit untuk berperan ikut serta dalam berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melawan pandemic covid-19 ini. Momentum kemerdekaan dengan spirit kemerdekaan dan persatuan ini harus KAMMI manfaatkan untuk mendesain dan mengeksekusi sebuah program yang dapat mempercepat pemulihan kondisi Indonesia dalam berbagai sektor terutama kesehatan agar masyarakat bisa merasa aman, tenang, dan tentram. 


Sebagai organisasi kepemudaan dan juga mahasiswa KAMMI bisa menginisiasikan sebuah program dalam rangka menyambut kemerdekaan RI dengan berbagai kegiatan positif tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan. banyak peran yang bisa KAMMI ambil sebagai organisasi kepemudaan dalam menyambut momentum kemerdekaan. Misalnya dengan mengadakan nonton bareng film-film yang bertemakan sejarah bangsa Indonesia secara virtual, mengadakan diskusi ataupun seminar untuk memperingati kemerdekaan bangsa Indonesia dengan para tokoh, melakukan kolaborasi dengan berbagai macam lembaga untuk memberikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak covid, memeriahkan kemerdekaan dengan memasang twibbon dimedia sosial, dan menjadi pelopor untuk menjadikan kemerdekaan tahun ini sebagai semangat optimisme untuk bangkit dan berjuang bersama menyelesaikan covid. Menang melawan pandemi covid bersama kita pasti bisa.

 

Jamilah (Kader KAMMI Untirta)


Kemerdekaan adalah suatu kemenangan dan suatu impian yang diinginkan oleh setiap orang ataupun umat. Baik itu merdeka dalam belajar maupun merdeka dalam kehidupan. 76 tahun yang lalu, bapak proklamasi kita sudah memproklamirkan kemerdekaan. Tapi apakah ketika pembacaan proklamasi itu kita sudah benar-benar merdeka? Apa kita sudah terbebas dari macan-macam penjajahan? Sejatinya kita tidak benar-benar merdeka. Dimulai dari tahun ke-2 setelah merdeka, indonesia menghadapi agresi militer yang dilakukan Belanda. Mereka ingin kembali menjajah negara yang katanya sudah merdeka ini. 

Pada masa orde baru, kemerdekaan dalam mengemuakakan pendapat pun sudah dirampas oleh rezim - rezim pada masa itu. Tidak adanya kebebasan pers dalam menyampaikan berita, sehingga banyak koran dan majalah yang dibredel. Selain itu banyak sekali kritik yang dibungkam sehingga warga memiliki ketakutan tersendiri dalam menyampaikan kritik-nya. Apakah itu semua dapat dinamakan dengan merdeka? Bukankah mendapatkan kebebasan dalam berkritik juga termasuk merdeka? 

Tahun 1998 banyak sekali keprihatinan terhadap krisis kepercayaan pada kepemimpinannya sendiri. Atas dasar tersebut, para pemimpin aktivis dakwah berkumpul bersama di Universitas Muhamadiyah Malang (UMM). Mereka membuat suatu organisasi yang dijadikan sebagai wadah bagi setiap mahasiswa untuk membangkitkan semangat mahasiswa dan sebagai tempat pembentukan masyarakat yang islami. Organisasi tersebut bernama KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia). 

Pada tragedi 12 mei 1998, organisasi yang baru terbentuk ini (KAMMI) ikut terlibat dalam melakukan demonstrasi di depan gedung DPR. Mereka ingin memerdeka-kan kembali indonesia dari tangan-tangan pemerintah yang tak bertanggung jawab, pemerintah yang memikirikan diri-nya sendiri sehingga menjatuhkan banyak sekali konflik dan korban pada masa pemerintahannya. Beserta organisasi yang lainnya, KAMMI berhasil melengserkan pemerintahan tersebut, dan pada saat itulah era reformasi baru dimulai. 

Tahun ke-20 pada Abad ke-20, rakyat Indonesia kembali dihancurkan dengan adanya virus varian baru, yaitu Virus Covid-19. Namun, bukan hanya Indonesia saja yang dilanda virus covid-19 tersebut. Akan tetapi, hampir semua negara tersentuh oleh virus tersebut. Mulai dari negara-negara maju hingga negara-negara berkembang. Semua tersentuh dengan virus tersebut. Pandemi ini dimulai, dimana hampir semua manusia mengalami permasalahan hidup yang bertubi-tubi, baik kehilangan orang-orang terdekat, hingga kehilangan mata pencaharian. Banyak anak kecil menjadi yatim piatu karena orang tua-nya meninggal karena menjadi korban keganasan virus covid-19. 

Virus covid-19 ini tidak dapat terkendali, sehingga banyak negara-negara yang membatasi aktivitas warga-nya. Lockdown dan PPKM pun dilakukan sebagai wujud pengendalian virus. Dan nyatanya pengendalian virus ini berakibat fatal pada kehidupan masyarakat. Banyak sekali usaha yang gulung tikar, mereka mengibarkan bendera putih dan mereka mengalami kerugian. Retail-retail besar pun menutup usaha-nya, begitu pula retail kecil. Virus ini akan terkendali apabila semua masyarakat gotong royong dalam menangani virus tersebut. Dimulai dengan memakai masker secara double, menjaga jarak minimal satu meter, mengendalikan diri supaya untuk tidak keluar rumah apabila tidak ada keperluan yang sangat mendesak. Namun, apabila kita keluar rumah usahakanlah mematuhi protokol kesehatan yang benar, sehingga kita tidak akan mudah terserang oleh virus tersebut. 

Meningkatkan imun tubuh adalah salah satu kunci untuk tidak mudah terjangkit virus covid-19 ini. Dengan rajin berolahraga, memakan - makanan yang sehat, dan berjemur. Apabila virus tersebut masuk ke dalam tubuh kita namun imun kita sangat kuat, maka virus tersebut sangat mudah dilemahkan oleh tubuh kita. Sehingga, tidak akan berakibat fatal pada diri kita. Ketika adanya PPKM apabila diri kita merasa lebih beruntung dari pada orang yang mengalami kesulitan maka kita lebih baik membantu sesama. Karena apabila kita hanya mengandalkan pemerintah saja, mungkin kita akan bisa mati kelaparan. Sudah banyak sekali bantuan pemerintah yang kurang tepat sasaran. Maka dari itu mulailah dengan membantu tetangga kita yang mengalami kesulitan ekonomi. Dengan saling membantu, mematuhi protokol kesehatan sekaligus menjaga imunitas tubuh maka kita akan menang dalam melawan pandemi ini. Dan pandemi akan segera berakhir. 

Pandemi ini bukan hanya berdampak pada sektor ekonomi, akan tetapi sektor pendidikan mengalami dampak yang sangat buruk. Tidak adanya pembelajaran tatap muka, semuanya dilakukan secara daring. Tidak sedikit orang yang merasa belum merdeka dalam hal menimba ilmu. Belum merdeka-nya dikarenakan banyak sekali orang yang mengalami berbagai kendala. Dimulai dari yang tidak memiliki Perangkat untuk belajar, signal yang tidak memadai dan sulitnya dalam membeli paket data. Kendala tersebut banyak terasa bagi orang-orang kelas menengah ke bawah. Salah satu dampak dari pembelajran secara daring yang sangat dirasakan oleh saya sendiri sebagai mahasiswa yaitu saya merasa lebih malas dibandingkan denga pembelajaran tatap muka. Apabila biasanya setelah pembelajaran selesai maka saya akan membaca ulang kembali materi yang sudah diajarkan. Tapi ketika pembelajaran dilakukan secara daring, saya akan lebih tertarik untuk langsung membuka handphone saya, karena saya merasa khawatir tertinggal informasi jika sedang tidak membuka handphone. Saya merasa diri saya sedang dijajah oleh teknologi. Jika dulu bangsa Indonesia dijajah dengan nyata, maka sekarang Indonesia dijajah melalui dunia maya melalui konten yang tidak bermanfaat. Untuk mengurangi penggunaan handphone yang kurang bermanfaat maka saya mengikuti satu organisasi kampus yang bernama KAMMI. Disini saya merasa lebih merdeka dan menjadikan waktu saya lebih bermanfaat. 

Organisasi KAMMI ini mengajak semua anggota-nya untuk mengeluarkan seluruh ide yang tertuang dalam diri setiap anggota-nya. Dibantu untuk menemukan passion-nya dengan cara melakukan berbagai lomba, sehingga setiap anggota diberikan kebebasan dalam memilihnya. Kami dimerdekakan dalam menyampaikan aspirasi. Menurut saya organisasi ini sangat cocok untuk kaum muda yang ingin mencari jati diri yang disertai ilmu agama. Pada momen kemerdekaan ke-76 ini, semoga semakin banyak mahasiswa yang mulai ber-KAMMI dan yang sudah memulainya jangan sampai berhenti di tengah jalan. Mari jadikanlah kemerdekaan pada masa pandemi ini sebagai dobrakan kita untuk bersatu, karena jika tidak adanya persatuan mungkin Indonesia tidak merdeka. Maka dari itulah mari kita bersatu untuk menjadikan Indonesia kembali pulih. Persatuan ini harus ada juga dalam KAMMI, mari kita satukan gerakan kita untuk membantu masyarakat. Jangan sampai kita membantu orang lain hanya ketika bulan Ramadhan saja.



Peri Irawan (Kader KAMMI Untirta)

Pandemi Covid-19 yang telah menggemparkan di berbagai belahan dunia diantaranya di negara Indonesia, Presiden Republik Indonesia “Joko Widodo” yang telah memberikan intruksi darurat bahwa di negara Indonesia terdapat Covid-19 serta memberikan intuksi kepada seluruh warga negara Indonesia untuk menjaga diri serta tidak panik dalam menghadapinya. Berdasarkan temuan pada akhir desember tahun 2019, diketahui bahwasanya virus corona ini berasal dari Wuhan, Tiongkok. Dengan adanya Covid-19 yang melanda negara Indonesia pemerintah sudah melakukan beberapa antisipasi untuk memutus rantai virus corona ini, mulai dari menetapkan beragam kebijakan-kebijakan, himbauan, pembentukan satgas Covid-19 dan banyak lainnya. Kebijakan-kebijakan tersebut memberikan beberapa kontropersi serta penolakan dari masyarakat terutama mereka yang harus bekerja yang tidak bisa dilakukan dirumah, sehingga kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak kondusif, karena terdapat beberapa masyarakat yang tetap melakukan aktivitas diluar rumah. Pemerintah sudah menetapkan beberapa kebijakan diantaranya seperti menetapakn kebijakan seperti melakukan PSBB sampai dengan PPKM saat ini, disamping itu pemerintah pada awal januari 2020 memberikan beberapa antisipasi agar penularan Covid-19 tidak cepat menular dan bisa terputuskan, seperti menyiapkan rumah sakit untuk pasien Covid-19 baik tingkat pusat maupun daerah, memberikan alat perlindungan untuk tenaga medis, dan lainnya yang dilakukan untuk memutus rantai virus corona serta beberapa antisipasi yang dilakukan oleh pemerintah. Akan tetapi dari berbagai sumber media terkait jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 yang terus bertambah yang menyebabkan pemerintah kesulitan dan harus melakukan beberapa evaluasi kebijakan yang tidak epektif serta harus melakukan perencanan-perencanaan yang lugas, jelas, serta tidak menimbulkan beberapa permasalahan-permasalahan. 


Virus corona yang merupakan sebagian kelompok virus yang berasal dari subfamili Orthocronavirinae dalam keluarga Coronaviridae serta ordo Nidovirales (Yunus & Rezki, 2020). Selain dari manusia virus ini bisa menyerang kepada hewan, adapun gejala yang dirasakan oleh manusia ketika terjangkit Virus corona seperti infeksi penyakit MERS dan SARS, namun Covid-19 lebih masif perkembangannya dibandingankan penyakit lainnya. Sehingga melihat perkembangan dari Covid-19 ini dibutuhkan penanganan yang serius serta kerjasama yang baik dari berbagai elemen bangsa dari Pemerintah Pusat sampai dengan Pemerintah Daerah, sampai saat ini kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam menangani Covid-19 seperti melakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) sampai dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), akan tetapi kebijakan tersebut tidak memberikan pengaruh terhadap pengurangan korban yang terjangkit virus corona, padahal lebih cocok melakukan penerapan lockdown atau karantina wilayah untuk mengurangi penyebaran dari virus corona (Nurhalimah, 2020), selain dari itu dengan adanya pembatasan sosial yang dikatakan masih rawan terhadap penularan virus tersebut karena melihat fakta dan realitanya masyarakat masih banyak yang melakukan aktivitas seperti biasanya karena menganggap hal tersebut adalah hanya sebuah himbuan serta tidak ada hukuman yang membuat masyarakat patuh serta masih banyak permasalahan seperti mengijinkan Tenaga Kerja Asing (TKA) luar datang ke Indonesia, mudahnya akses pembelanjaan yang dilakukan secara offline seperti di mall, pasar, serta perdagangan dan tempat sosial lainnya yang tidak epektif. Berdasarkan data yang tercatat yang dilansir oleh (Tirto.id, 2020) dimana pada tanggal 13 April 2020 kasus positif di Indonesia sebanyak 4.557, serta 380 sembuh dan 399 orang dinyatakan meninggal dunia, ditambah dengan data di tahun 2021 sekarang yang terus menerus melonjak mulai dari angka yang terpapar virus ssampai dengan yang dinyatakan meninggal dunia. Dari upaya dan data-data diatas terkait penyebaran virus corona dengan cepat sehingga diperlukan beberapa kebijakan-kebijakan yang epektif yang bisa dilaksanakan dengan baik oleh seluruh warga negara Indonesia, serta masih kurangnya kesadaran dari masyarakat terhadap bahayanya virus corona, masih banyak kebijakan-kebijakan pemerintah yang mengandung beberapa permasalahan tanpa mencari solusi yang menyebabkan terus melonjaknya angka kematian dan banyaknya masyarakat yang terpapar virus tersebut. 


Virus corona merupakan virus yang menginfeksi sistem pernafasan, virus ini dikenal sebagai Covid-19 (Lai et al, 2020), dengan adanya virus corona, yang membuat kehidupan berubah secara cepat dan berbeda mulai dari perubahan sosial, ekonomi, pendidikan dan politik, bahkan sampai dengan lembaga peradilan dan hampir semua aktivitas lainnya, hal ini sebagai upaya untuk menjaga keselamatan warga negara Indonesia. Virus ini berbahaya terutama bagi seseorang yang memiliki penyakit atau gangguan terhadap pernafasan, dimana ketikaseseorang terpapar virus tersebut setelah dinyatakan negatif akan tetap mengalami gangguan pernafasan, hal tersebut dikarenakan laju cepat serta efek dari infeksi covid-19 itu sendiri, disamping memberikan pengaruh buruk terhadap gangguan pernafasan penderita yang terpapar juga akan mengakibatkan menurunnya fungsi dari paru-paru pada saat melewati tahap pemulihan, yang kedua berpengaruh terhadap ginjal, dimana akan bertambahnya sel darah merah bagi seseorang yang terpapar dengan presentase 25-50. Pada tahun 2019 semua negara melaoporkan penemuan-penemuan terkait virus ini, karena penyebarannya sangat masif salah satunya di negara Indonesia pada bulan Maret 2020 pertama kali kasus covid-19 ditemukan. Dengan adanya penemuan tersebut, saat kondisi sangat genting dan banyak yang melaporkan banyaknya masyarakat yang meninggal karena terpapar dari virus tersebut, sehingga pemerintah mengambil kebijakan saat itu. 


Kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah sebagai upaya untuk mengurangi penyebaran virus corona dari akhir 2019 sampai 2021 sangatlah berpariasi, akan tetapi dari nama saja, bisa dikatakan bahwa upaya pemerintah dalam hal ini hanya melakukan pembatasan sosial dengan beberapa kriteria dalam kebijakannya, pemerintah Indonesia dari pusat sampai daerah secara garis besar sudah melakukan bentuk upaya yang dilakukan untuk mengurangi kasus positif serta penyebaran yang cepat dari virus corona, strategi yang dilakukan yaitu seperti strategi promotif, preventif, kuratif dan strategi jaringan pengamanan sosial untuk membantu terhadap krisis ekonomi dari masyarakat. 

  1. Strategi Promotif Bentuk upaya yang dilakukan pemerintah dalam hal ini yaitu engajak dan mengingatkan seluruh warga negara Indonesia untuk selalu menjaga kesehatan, mengingatkan pentingya protokol kesehatan dan meningkatkan imunitas pada tubuh untuk menjaga kesiapan tubuh disaat terjangkit Covid-19, upaya tersebut bisa dilakukan dengan cara berhenti dari merokok, mengonsumsi suplemen tubuh, mengatur pola tidur, tidak mengonsumsi alkohol (Susilo et al, 2020) dan tetap penjaga pola hidup yang baik dan bersih dan tetap menjaga 3 M (Menjaga Jarak, Memakai masker dan Menjauhi kerumunan). 
  2. Strategi Preventif Dalam hal ini pemerintah membentuk gugus tugas untuk membantu dalam penanganan covid-19 sebagai juru teknis, dimana negara lain menerapkan kebijakan lockdown sedangkan Indonesia melakukan pembatasan sosial melalui peraturan Menteri Kesehatan nomor 9 tahun 2020 yang bertujuan untuk menekan penyebaran covid-19 di Indonesia (Thorik, 2020). 
  3. Strategi Kuratif Strategi ini dilakukan untuk penyembuhan pasien yang terpapar Covid19 yang memiliki penderitaan penyakit lain, dimana Indonesia sendiri menggunakan avigan dan klorokuin dalam mengobati pasien Covid19. 
  4. Jaringan Pengamanan Sosial Upaya terakhir ini adalah stratgi yang dilakukan untuk membantu ekonomi masyarakat yang mengalami krisis ekonomi, sebagaimana tertuang dalam Perpu Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Sistem Keuangan untuk penagaanan Covid-19 diantaranya seperti BLT, Bansos, Kuota untuk pendidikan dan lainnya.


Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dalam hal ini sebagai wadah perjuangan yang permanen, dalam menyikapi kasus besar yang melanda dunia salah satunya di Indonesia yaitu adanya Covid-19 yang sampai saat ini belum terselesaikan, sehingga sebagai organisasi yang independen bisa melakukan terobosan baru maupun edukasi-edukasi yang harus selayaknya dilakukan untuk memerdekakan Negara Indonesia dari belenggu Covid-19 ini, diantaranya terus mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya untuk memberhentikan laju penyebaran Covid-19, terus mengontrol kebijakan-kebijakan yang menindas rakyat Indonesia, aktif memberikan bantuan sosial kepada msyarakat yang terdampak akibat Covid-19, memberikan edukasi kepada msyarakat atas pentingnya menjaga kesehatan dan tetap mematuhi protokol kesehatan, mengadakan webinar agar dimasa pandemi agar masyarakat tetap semangat dan produktif, dan kegiatan-kegiatan edukasi lainnya baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial, budaya dan pendidikan. Karena kunci dari keberhasilan dalam melawan pandemi ini adalah kesadaran dan persatuan. Didalam sebuah organisasi KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) tentunya terdapat orang-orang yang memiliki nalar kritis serta memiliki solusi-solusi untuk memerdekakan Indonesia dari Covid-19. Indonesia dalam menghadapi pandemi membutuhkan kerja keras serta kebijakan-kebijakan yang lugas dan tegas untuk dilaksanakan, agar terjadi pelaksanaan yang epektif guna memberhentikan laju percepatan Covid-19, agar Indonesia terbebas dari virus corona, dan bisa beraktivitas normal seperti biasanya. Pada saat ini hal-hal yang harus diperhatikan dan dijalankan dalam menghadapi situasi saat ini adalah mengedepankan kesadaran, persatuan dan jiwa sosial yang tingggi untuk membantu antara satu dengan yang lainnya, karena dengan kerjasama yang dilakukan akan mudah terealisasikan untuk memutuskan virus corona ini baik dari pemerintah pusat, daerah, sipil, organisasi masyarakat dan elemen bangsa lainnya agar bisa melakukan kerjasama dalam menghadapi situasi ini, agar Indonesia bisa menang dalam melawan pandemi. 

 Daftar Pustaka 

Lai, C. C. Shih, T. P. Ko, W. C. Tang, H. J. & Hsueh, P. R. (2020). Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) and corona virus disease-2019: the epidemic and the challenges. International Journal of Antimicrobial Agents, 55 (3), 105924. 

Nurhalimah, N. (2020). Upaya Bela Negara Melalui Sosial Distancing Dan Lockdown Untuk Mengatasi Wabah Covid-19. Available at SSRN 3576405. 

Susilo, A., Rumende, C. M., Pitoyo, C. W., Santoso, W. D., Yulianti, M., Herikurniawan, H. Yunihastuti, E. (2020). Coronavirus Disease 2019: Tinjauan Literatur Terkini. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 7(1), 45-67. https://doi.org/10.7454/jpdi.v7i1.415 

Thorik, S. H. (2020). Efektivitas Pembatasan Sosial Berskala Besar Di Indonesia Dalam Penanggulangan Pandemi Covid-19. Jurnal Adalah : Buletin Hukum Dan Keadilan, 4(1), 115-120. 

Tirto.id. (2020). Update Corona 13 April 2020 Indonesia dan Dunia : Info Data Hari Ini. 

Wahidah, Idah. Dkk. (2020) Pandemik Covid-19: Analisis Perencanaan Pemerintah dan Mayarakat dalam Berbagai Upaya Pencegahan. Jurnal Manajemen dan Organisasi (JMO), Volume 11 No. 3, Hal. 179-188. 

Yunus, N. R & Rezki, A. (2020). Kebijakan Pemberlakuan Lockdown Sebagai Antisipasi Penyebaran Corona Virus Covid-19. Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-I, 7(3), 227-238. 

 


Lebak - Rabu (11/08/2021) Bidang Sosmas PD KAMMI Serang melakukan penyaluran bantuan Sembako kepada warga yang terdampak musibah banjir di Kp. Kempeng Ds. Cempaka Kec. Warunggunung Kab. Lebak

Ketua bidang Sosmas PD KAMMI Serang, Jumhadi mengatakan bahwa bencana banjir ini merupakan kejadian yang cukup membuat masyarakat sengsara, ditengah pandemi Covid-19 selain kehilangan pekerjaan namun masyarakat juga harus berjuang melawan banjir

"Banjir ini sangat membuat masyarakat sengsara, disamping kehilangan pekerjaan karena pandemi ditambah ada musibah banjir, maka dari itu saya dan teman-teman KAMMI Serang berusaha sedikit meringankan beban masyarakat melalui bantuan ini" ujarnya.

Sebelumnya pada selasa malam pukul 22.00 WIB hujan deras menggugur Ds. Cempaka  dan beberapa wilayah lainnya di Kab. Lebak yang mengakibatkan banjir di beberapa titik pemukiman warga

"Di Kampung Kempeng saja diketahui ada sekitar 15 rumah warga yang terendam banjir, itu yg diketahui oleh kami dan langsung kami berikan bantuan berupa sembako" ungkap jumhadi

Dalam kegiatan ini diharapkan bisa bermanfaat dan sedikit mengurangi beban masyarakat dimana ini adalah bentuk kepedulian PD KAMMI Serang terhadap kondisi masyarakat dewasa ini

Salam ceria bersama Sosmas KAMMI Serang


 


SosMas PD KAMMI Serang berkolaborasi dengan berbagai lembaga sosial dan Organisasi melakukan gerakan Sedekah-Patungan Qurban dan Trauma Healing di daerah Sumur pada 21-23 Juli 2021.

Kegiatan ini merupakan suatu gerakan kolaborasi antar lembaga, Organisasi dan Komunitas yang bergerak dibidang sosial yang berlangsung selama tiga hari di Kecamatan Sumur, Ujungkulon. 

Dalam kegiatan Sedekah-Patungan Qurban dan Trauma Healing ini kami menyediakan Hewan Qurban yakni 1 ekor sapi dan 1 ekor kambing yang kami distribusikan untuk warga yang membutuhkan. 

Selain itu kami juga menargetkan penerimaan manfaat dari kegiatan ini yakni kepada Warga Hunian Tetap Tanjung Jaya yang merupakan korban Bencana Tsunami beberapa tahun silam.

Disamping kegiatan Sedekah dan Patungan Qurban kami juga mengadakan kegiatan Trauma Healing untuk anak-anak dan ibu-ibu yang ada di Kampung Paniis Desa Taman Jaya.

Ada beberapa rangkaian agenda dalam Trauma Healing ini, diantaranya;
1. Penyampaian materi Aksi Tanggap Bencana, yang disampai oleh teman-teman Palang Merah Indonesia (PMI).
2. Permainan dan pemutaran video untuk anak-anak 
3. Perlombaan untuk anak-anak 
4. Perlombaan untuk Ibu-ibu, dan
5. Pembagiaan Doorprize.

Kemudian di malam puncak acara kami bersama warga masyarakat serta para relawan yang tergabung dalam kegiatan kolaborasi ini menutup kegiatan Sedekah-Patungan Qurban dan Trauma Healing dengan makan bersama.




Senin (21/06/2021) – Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Serang bersama LBH Panglima Tb. Buang mengawal audiensi Serikat Pekerja Hero Supermarket (SPHS) dengan DPRD Kota Serang.
Pertemuan itu diterima dan berlangsung di ruang Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi pada Senin (21/06/2021).
Kedatangan SPHS, KAMMI dan LBH Panglima Tb. Buang, tidak lain ialah sebagai upaya mencari kepastian nasib pekerjaan Giant Supermarket. Hal itu disebabkan karena pihak perusahaan akan menutup seluruh gerai Giant di Indonesia termasuk di Kota Serang per tanggal 31 Juli 2021. Sehingga berakibat pada PHK masal yang akan dihadapi oleh para pekerja.
“Sesuai data yang dihimpun, terkhusus gerai Giant di Kota Serang, jumlah pekerja yang terdampak berjumlah sekitar 400 orang. Belum lagi dikalikan dengan istri dan anak-anak mereka, tanggungan akan semakin berat. Di tambah, hal itu akan kembali memperbesar tingkat pengangguran dan penurunan daya beli masyarakat di Kota Serang,” kata Aldi Agus Setiawan selaku Ketua Umum KAMMI Serang.
Pada pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam, pihak SPHS meminta kepada DPRD Kota Serang agar sigap dan memperjuangkan kepastian nasib mereka.
Hidayat Saefullah, perwakilan SPHS Kota Serang menginginkan agar DPRD Kota Serang berupaya semaksimal mungkin untuk rekan-rekannya mendapatkan prioritas pekerjaan kembali jika gerai Giant tutup dan diubah menjadi unit bisnis lain.
Selain itu, Muhammad Fauzul Adzim, Direktur LBH Panglima Tb. Buang menegaskan bahwa pemerintah bertanggungjawab atas hak-hak pekerja sebagaimana konvensi International Labour Organization (ILO).
“Bahwa negara harus melakukan perlindungan secara paripurna atas hak-hak pekerja dalam kondisi apapun itu serta DPRD Kota Serang mampu menekankan kepada Wali Kota untuk hadir dan berpihak kepada warga (pekerja) Serang dan tidak takluk kepada koorporasi,” pungkas Fauzul.
Menindak lanjuti keluhan dan aduan dari serikat pekerja. Ketua DPRD kota Serang berencana untuk mempertemukan berbagai pihak dalam upaya mencari solusi dan menyelesaikan persoalan tersebut. Ia akan mengundang Wali Kota Serang dan OPD terkait untuk dipertemukan dalam satu forum bersama Serikat Pekerja Hero Supermarket (SPHS) hari Rabu (23/06) mendatang.






 


Rabu (16/06/2021) – Bidang Kebijakan Publik Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Serang selenggarakan Diskusi Publik secara virtual melalui platform Google Meet pada hari Selasa (15/06/2021).
Agenda yang mengangkat tema "Mencari Kepastian Keadilan dan Kesejahteraan di Masa Sulit ; PHK Masal Pekerja Giant Supermarket" tersebut menghadirkan lima narasumber di antaranya, Hidayat Saefullah (Serikat Pekerja Hero Supermarket) Mirah Sumirat (Presiden ASPEK Indonesia) Muhammad Faudzul Adzim (Direktur LBH Panglima TB Buang) Jemmy Ibnu Suardi (Pimred Banteninfo.com) dan Aldi Agus Setiawan (Ketua Umum PD KAMMI Serang).
Diskusi ini merupakan upaya penyikapan atas persoalan yang sedang menimpa nasib para pekerja Giant Supermarket. Pasalnya pihak manajemen berencana untuk menutup seluruh gerai Giant di Indonesia per tanggal 31 Juli 2021. Termasuk pula gerai Giant di Kota Serang. Sedangkan sampai saat ini, kepastian nasib para pekerja pasca PHK masih belum jelas.
"Belum ada kepastian pekerjaan, lantas bagaimana jaminan pasca PHK?" Hal itu di sampaikan langsung oleh Hidayat Saefullah.
Senada dengan Hidayat, Presiden ASPEK Indonesia, Mirah Sumirat juga menyampaikan bahwa "Belum ada pegangan (kesepakatan) hukum yang kuat antara perusahaan dan pekerja" tuturnya.
Selain menyoroti kejelasan nasib pekerja. Mirah Sumirat pun mengkritik keputusan manajemen Hero Supermarket yang akan menutup seluruh gerai Giant di Indonesia. Menurut analisanya rencana itu adalah upaya perusahaan mengambil kesempatan di masa pandemi. Padahal pundi-pundi keuntungan yang sudah di kumpulkan selama puluhan tahun tidak sebanding dengan kerugian yang di alami.
Sehingga selayaknya pihak manajemen memberikan kepastian keadilan dan kesejahteraan kepada para pekerja pasca PHK, apalagi mereka yang sudah mengabdikan dirinya selama puluhan sampai belasan tahun untuk perusahaan.
Bagaikan setali tiga uang, persoalan ketenagakerjaan selalu menarik perhatian setiap elemen masyarakat. Dalam hal ini, LBH Panglima TB Buang juga ikut memberikan perhatian dan kepeduliannya terhadap nasib pekerja Giant yang akan di PHK Masal.
Muhammad Faudzul Adzim, Direktur LBH Panglima TB Buang mengatakan pihaknya siap untuk membantu upaya hukum bagi para pekerja Giant yang mengalami kesulitan dan hambatan dalam proses PHK Masal. "Kami dari LBH Panglima TB Buang siap untuk membantu teman-teman pekerja yang membutuhkan bantuan hukum dalam persoalan ini" jelasnya.
Pimpinan Redaksi media Banteninfo.com, Jemmy Ibnu Suardi mengungkapkan ironisnya keadaan Banten sekarang dengan kejayaan yang pernah di torehkan dahulu sebagai daerah makmur. Namun kini Banten kerap masuk daftar penyumbang pengangguran terbanyak nasional apalagi di tambah dengan rencana PHK Masal Pekerja Giant terkhusus di Kota Serang. 
Persoalan yang sudah di urai tersebut di atas harus jadi perhatian setiap elemen untuk bersama-sama mencari solusi. Terutama andil kebijakan dari pihak pemerintah sebagai representasi rakyat maka sekarang adalah pembuktian realisasi kepedulian dan janjinya terhadap para pekerja yang notabenenya adalah rakyat.
Dengan di PHK-nya 400 orang pekerja Giant Supermarket di Kota Serang dan 7.000 orang secara nasional, menandakan bahwa Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 khususnya klaster Ketenagakerjaan hanya bualan, tidak sesuai dengan yang pernah disampaikan oleh pemerintah,” sambung Aldi Agus Setiawan selaku Ketua KAMMI Serang.
Aldi juga mengatakan akan siap mengawal sebisa mungkin agar fenomena PHK masal pekerja Giant ini terselesaikan dengan baik.
“Sesuai dengan kapasitas kami sebagai mahasiswa, kami siap mengawal para pekerja Giant untuk mendapatkan haknya. Pemerintah Kota Serang sudah semestinya bersikap. Sebab dari total angkatan kerja yang terlindung jaminan sosialnya per 2020 hanya 8,13 persen. Artinya, jika 400 orang pekerja Giant tidak dicarikan solusinya, ini akan menambah gap yang lebih jauh terhadap perbandingan angkatan kerja yang memiliki jaminan sosial,” pungkas Aldi.
Diskusi Publik ini dimoderatori oleh Nuriman yang juga Ketua Bidang Kebijakan Publik KAMMI Serang. Kemudian, hasil dari diskusi tersebut akan ditindak lanjuti dengan mengadakan audiensi bersama pemerintah Kota Serang.



Resmi Dilantik, KAMMI Serang Bercita-cita Kota Serang Menjadi Center of Excellent


 

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Serang bercita-cita agar Kota Serang dapat menjadi Center of Excellent (pusat keunggulan). Terlebih, Kota Serang memiliki fasilitas penunjang yang mumpuni untuk merealisasikannya.

Hal tersebut disampaikan dalam prosesi pelantikan Pengurus Daerah KAMMI Serang, yang digelar di Aula Setda Kota Serang. Hadir dalam pelantikan itu Walikota Serang, Syafrudin dan Mukhtar Efendi selaku Presidium KA KAMMI Banten sekaligus legislator Kota Serang.

Dalam sambutannya, Syafrudin mengatakan bahwa pemuda harus bisa menjadi problem solver ditengah masyarakat untuk menyongsong kebangkitan masyarakat.

“Maka para pemuda harus tetap berikhtiar membangun perubahan agar terciptanya pemuda yang bisa menaikan derajat suatu daerah, bangsa dan negara,” ujar Syafrudin, Sabtu (21/11).

Syafrudin pun mengajak KAMMI Serang agar dapat menjadi organisasi yang mampu berkolaborasi dengan pemerintahan, dalam melakukan pembangunan di Kota Serang.

“Dan saya bangga dengan KAMMI ini yang sudah eksis sejak dahulu. Apalagi skalanya sudah nasional dan sekarang khususnya pengurus baru KAMMI Serang baru dilantik,” ungkapnya.

Ketua Umum KAMMI Serang, Aldi Agus Setiawan, menegaskan bahwa ke depan dengan dikukuhkannya kepengurusan baru, KAMMI Serang akan bersikap sesuai kadar kebijakan Pemkot Serang.

“Kami siap berkolaborasi dengan stakeholder terkait, dalam hal ini Pemkot Serang. Sebab bagi kami, kolaborasi merupakan sikap proporsional terhadap arah kebijakan pemerintah. Jika keliru kita luruskan, jika ada rekomendasi kebijakan juga kita ajukan,” ujar Aldi.

Ia juga merasa iri dengan kota-kota besar di Indonesia dengan predikat ‘Kota Pelajar’ dan Kota Serang, katanya, sangat berpotensi mendapatkan julukan seperti itu. Terlebih fasilitas yang ada di Kota Serang mumpuni untuk merealisasikannya.

“Tinggal bagaimana Pemkot Serang mau memberikan ruang lebih terhadap budaya ilmiah aktivisme. Setidaknya, budaya aktivisme ini bisa dibangun dengan kolaborasi antara pemerintah dengan mahasiswa. Kita sangat bisa kedepan menjadikan Kota Serang sebagai center of excellence (pusat keunggulan),” tandasnya.

 Informasi Kontak

Pengurus Daerah Serang Kesatuan Aksi Mahasiwa Muslim Indonesia 



Alamat Sekretariat  : Link. Tegal Duren Blok B No. 38, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten

Nomor Telepon        : 089525264174

Email                        : humaskammiserang@gmail.com

Website                     : kammiserang.com

Instagram                 : kammiserang

Facebook                  : KAMMI Daerah Serang

Twitter                      : kammi_serang

Youtube                    : Kammi Serang




 Hymne KAMMI


Lirik:

Puji Syukur Ya Allah Maha Kuasa
Limpah Karunia Indonesia Pusaka
Kami Telah Berhimpun Dalam Satu Tujuan
Menjaga Cita-Cita Indonesia Merdeka

Tauhidkan Indonesia Ijtihad Kami
Bersatu Dan Bergerak Memimpin Negeri
Kepada Indonesia Bakti Abadi Kami

Ciptakan Generasi Muslim Sejati
Bangun Persaudaraan Penuh Berkah
Menjaga Cita-Cita Jayakan Indonesia

Tegaklah Islamku
Daulat Bangsaku
Jayalah Negeriku

Bakti Abadi KAMMI
Bakti Abadi KAMMI