Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Sekretariat: Link. Tegal Duren Blok B No. 38, Kec. Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten

Mari Merdekakan Diri Sendiri Oleh Jamilah

 

Jamilah (Kader KAMMI Untirta)


Kemerdekaan adalah suatu kemenangan dan suatu impian yang diinginkan oleh setiap orang ataupun umat. Baik itu merdeka dalam belajar maupun merdeka dalam kehidupan. 76 tahun yang lalu, bapak proklamasi kita sudah memproklamirkan kemerdekaan. Tapi apakah ketika pembacaan proklamasi itu kita sudah benar-benar merdeka? Apa kita sudah terbebas dari macan-macam penjajahan? Sejatinya kita tidak benar-benar merdeka. Dimulai dari tahun ke-2 setelah merdeka, indonesia menghadapi agresi militer yang dilakukan Belanda. Mereka ingin kembali menjajah negara yang katanya sudah merdeka ini. 

Pada masa orde baru, kemerdekaan dalam mengemuakakan pendapat pun sudah dirampas oleh rezim - rezim pada masa itu. Tidak adanya kebebasan pers dalam menyampaikan berita, sehingga banyak koran dan majalah yang dibredel. Selain itu banyak sekali kritik yang dibungkam sehingga warga memiliki ketakutan tersendiri dalam menyampaikan kritik-nya. Apakah itu semua dapat dinamakan dengan merdeka? Bukankah mendapatkan kebebasan dalam berkritik juga termasuk merdeka? 

Tahun 1998 banyak sekali keprihatinan terhadap krisis kepercayaan pada kepemimpinannya sendiri. Atas dasar tersebut, para pemimpin aktivis dakwah berkumpul bersama di Universitas Muhamadiyah Malang (UMM). Mereka membuat suatu organisasi yang dijadikan sebagai wadah bagi setiap mahasiswa untuk membangkitkan semangat mahasiswa dan sebagai tempat pembentukan masyarakat yang islami. Organisasi tersebut bernama KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia). 

Pada tragedi 12 mei 1998, organisasi yang baru terbentuk ini (KAMMI) ikut terlibat dalam melakukan demonstrasi di depan gedung DPR. Mereka ingin memerdeka-kan kembali indonesia dari tangan-tangan pemerintah yang tak bertanggung jawab, pemerintah yang memikirikan diri-nya sendiri sehingga menjatuhkan banyak sekali konflik dan korban pada masa pemerintahannya. Beserta organisasi yang lainnya, KAMMI berhasil melengserkan pemerintahan tersebut, dan pada saat itulah era reformasi baru dimulai. 

Tahun ke-20 pada Abad ke-20, rakyat Indonesia kembali dihancurkan dengan adanya virus varian baru, yaitu Virus Covid-19. Namun, bukan hanya Indonesia saja yang dilanda virus covid-19 tersebut. Akan tetapi, hampir semua negara tersentuh oleh virus tersebut. Mulai dari negara-negara maju hingga negara-negara berkembang. Semua tersentuh dengan virus tersebut. Pandemi ini dimulai, dimana hampir semua manusia mengalami permasalahan hidup yang bertubi-tubi, baik kehilangan orang-orang terdekat, hingga kehilangan mata pencaharian. Banyak anak kecil menjadi yatim piatu karena orang tua-nya meninggal karena menjadi korban keganasan virus covid-19. 

Virus covid-19 ini tidak dapat terkendali, sehingga banyak negara-negara yang membatasi aktivitas warga-nya. Lockdown dan PPKM pun dilakukan sebagai wujud pengendalian virus. Dan nyatanya pengendalian virus ini berakibat fatal pada kehidupan masyarakat. Banyak sekali usaha yang gulung tikar, mereka mengibarkan bendera putih dan mereka mengalami kerugian. Retail-retail besar pun menutup usaha-nya, begitu pula retail kecil. Virus ini akan terkendali apabila semua masyarakat gotong royong dalam menangani virus tersebut. Dimulai dengan memakai masker secara double, menjaga jarak minimal satu meter, mengendalikan diri supaya untuk tidak keluar rumah apabila tidak ada keperluan yang sangat mendesak. Namun, apabila kita keluar rumah usahakanlah mematuhi protokol kesehatan yang benar, sehingga kita tidak akan mudah terserang oleh virus tersebut. 

Meningkatkan imun tubuh adalah salah satu kunci untuk tidak mudah terjangkit virus covid-19 ini. Dengan rajin berolahraga, memakan - makanan yang sehat, dan berjemur. Apabila virus tersebut masuk ke dalam tubuh kita namun imun kita sangat kuat, maka virus tersebut sangat mudah dilemahkan oleh tubuh kita. Sehingga, tidak akan berakibat fatal pada diri kita. Ketika adanya PPKM apabila diri kita merasa lebih beruntung dari pada orang yang mengalami kesulitan maka kita lebih baik membantu sesama. Karena apabila kita hanya mengandalkan pemerintah saja, mungkin kita akan bisa mati kelaparan. Sudah banyak sekali bantuan pemerintah yang kurang tepat sasaran. Maka dari itu mulailah dengan membantu tetangga kita yang mengalami kesulitan ekonomi. Dengan saling membantu, mematuhi protokol kesehatan sekaligus menjaga imunitas tubuh maka kita akan menang dalam melawan pandemi ini. Dan pandemi akan segera berakhir. 

Pandemi ini bukan hanya berdampak pada sektor ekonomi, akan tetapi sektor pendidikan mengalami dampak yang sangat buruk. Tidak adanya pembelajaran tatap muka, semuanya dilakukan secara daring. Tidak sedikit orang yang merasa belum merdeka dalam hal menimba ilmu. Belum merdeka-nya dikarenakan banyak sekali orang yang mengalami berbagai kendala. Dimulai dari yang tidak memiliki Perangkat untuk belajar, signal yang tidak memadai dan sulitnya dalam membeli paket data. Kendala tersebut banyak terasa bagi orang-orang kelas menengah ke bawah. Salah satu dampak dari pembelajran secara daring yang sangat dirasakan oleh saya sendiri sebagai mahasiswa yaitu saya merasa lebih malas dibandingkan denga pembelajaran tatap muka. Apabila biasanya setelah pembelajaran selesai maka saya akan membaca ulang kembali materi yang sudah diajarkan. Tapi ketika pembelajaran dilakukan secara daring, saya akan lebih tertarik untuk langsung membuka handphone saya, karena saya merasa khawatir tertinggal informasi jika sedang tidak membuka handphone. Saya merasa diri saya sedang dijajah oleh teknologi. Jika dulu bangsa Indonesia dijajah dengan nyata, maka sekarang Indonesia dijajah melalui dunia maya melalui konten yang tidak bermanfaat. Untuk mengurangi penggunaan handphone yang kurang bermanfaat maka saya mengikuti satu organisasi kampus yang bernama KAMMI. Disini saya merasa lebih merdeka dan menjadikan waktu saya lebih bermanfaat. 

Organisasi KAMMI ini mengajak semua anggota-nya untuk mengeluarkan seluruh ide yang tertuang dalam diri setiap anggota-nya. Dibantu untuk menemukan passion-nya dengan cara melakukan berbagai lomba, sehingga setiap anggota diberikan kebebasan dalam memilihnya. Kami dimerdekakan dalam menyampaikan aspirasi. Menurut saya organisasi ini sangat cocok untuk kaum muda yang ingin mencari jati diri yang disertai ilmu agama. Pada momen kemerdekaan ke-76 ini, semoga semakin banyak mahasiswa yang mulai ber-KAMMI dan yang sudah memulainya jangan sampai berhenti di tengah jalan. Mari jadikanlah kemerdekaan pada masa pandemi ini sebagai dobrakan kita untuk bersatu, karena jika tidak adanya persatuan mungkin Indonesia tidak merdeka. Maka dari itulah mari kita bersatu untuk menjadikan Indonesia kembali pulih. Persatuan ini harus ada juga dalam KAMMI, mari kita satukan gerakan kita untuk membantu masyarakat. Jangan sampai kita membantu orang lain hanya ketika bulan Ramadhan saja.